Ciamis, Sejumlah ilmuwan dan ahli memprediksi puncak wabah virus corona di Indonesia.
Prediksi ini dilakukan melalui permodelan yang menghitung perkiraan puncak wabah.
Tujuannya, agar langkah-langkah antisipatif bisa dimaksimalkan. "Jika upaya pencegahan transmisi dapat dimaksimalkan, kemungkinan perkiraan puncak wabah juga akan bergeser dan wabah virus ini bisa segera berakhir," kata pakar dari Universitas Brawijaya dr. Andrew William Tulle, seperti dikutip dari laman Universitas Brawijaya dan diberitakan Kompas.com, Senin (30/03/2020). Akan tetapi, beberapa hal dapat memengaruhi perkiraan puncak wabah. Mudik warga Jakarta ke berbagai wilayah di Indonesia diprediksi bisa memengaruhi pola penyebaran Covid-19.

Menyikapi hal tersebut UPK Banjaranyar menyalurkan bantuan Sabun pencuci tangan sekaligus mencanangkan gerakan cuci tangan pada hari jum'at 03 April 2020.
Menurut Adi Hendriyus," kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan UPK Banjaranyar terhadap masyarakat dan juga membantu pemerintah dalam menanggulangi wabah Covid-19" Paparnya
Kegiatan ini merupakan kerjasama antara UPK Banjaranyar, Puskesmas Cigayam dan difasilitasi oleh Camat Banjaranyar.
Dalam keterangan terpisah Camat Banjaranyar Dedi Iwa menerangkan bahwa " Kegiatan pembagian sabun cuci tangan ini diprioritaskan untuk fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah dan tempat lain yang sering dijadikan berkumpulnya orang. Sebanyak 250 liter sabun pencuci tangan ini didistribusikan kepada 10 Desa" Pungkasnya






Tidak ada komentar: